SMAN 1 DUKUN GRESIK

Selamat datang di official web SMAN 1 Dukun Gresik: smandugres.sch.id

Biar Lebih Religius SMAN Dukun Bikin One Week One Juz

Menyadari kecamatan Dukun wilayah religius dengan banyaknya pondok pesantren. SMA Negeri 1 Dukun, Gresik menggagas program tahfidz “one week one juz” yang merupakan program penguatan karakter (PPK) bagi seluruh pelajar.

Sosialisasi Program Sekolah Untuk Wali Murid Kelas X

Hari Rabu 01 Agustus 2018 SMA Negeri 1 Dukun Gresik mengadakan acara sosialisasi program sekolah bagi wali murid kelas X.

Idhul Adha 2018

Pada Hari Rabu tanggal 23 Agustus 2018, SMA Negeri 1 Dukun Gresik menyelenggarakan Qurban di Sekolah. Kegiatan ini rutin dilaksanakan tiap tahun yang merupakan agenda kegiatan sekolah.

SMANDU GOES TO CAMPUS

Para siswa kelas XII IPA dan IPS beserta guru guru SMAN 1 Dukun Gresik ketika berkunjung ke UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG dan UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

WISUDA KELAS XII

WISUDA ANGKATAN KE-II KELAS XII SMA NEGERI 1 DUKUN GRESIK TAHUN 2018

Imunisasi Difteri di SMAN 1 Dukun Gresik

Teriakan hiteris para siswa bersahut-sahutan di ruang kelas SMA Negeri 1 Dukun Gresik, Senin pagi, 12 Maret 2018. Di ruangan kelas-kelas tersebut sedang berlangsung imunisasi vaksin anti penyakit difteri yang dilakukan Puskesmas Dukun, Gresik.

Sunday, 25 February 2018

PELAKSANAAN UJIAN PRAKTIK DI SMAN 1 DUKUN GRESIK

Mulai hari ini, senin 26 Pebruari 2018, para siswa kelas XII SMA Negeri 1 Dukun Gresik mulai melaksanakan ujian praktik.  Di hari pertama ini para siswa akan melaksanakan ujian praktek pelajaran Fisika dan Bahasa Inggris untuk jurusan IPA serta TIK dan Bahasa Arab untuk jurusan IPS kemudian akan dilanjutkan dengan pelajaran lainya empat hari berikutya.

Ujian Praktik Sekolah merupakan bagian dari seluruh rangkaian Ujian Sekolah yang akan digunakan untuk menilai kompetensi peserta didik mengenai suatu mata palajaran yang diujikan secara praktik langsung. Ujian praktik ini juga merupakan rangkaian dari ujian akhir siswa kelas XII yang disikapi secara serius oleh para siswa. Persiapan matang dilakukan untuk menghadapi ujian ini. Bukan hanya ujian nasional maupun ujian sekolah yang menjadi penentu kelulusan siswa. Nilai ujian praktek pun punya andil dalam menambah nilai untuk kelulusan maka tidak boleh dianggap remeh.

Suka duka pelajar dalam menghadapi ujian praktik ini pun beragam. Banyak yang mempersiapkan segala sesuatu untuk ujian ini di sela-sela pembelajaran seperti masa istirahat dan setelah pulang sekolah. Ada yang akhirnya sadar jika tahapan akhir menjadi pelajar sekolah akan segera dilalui ada pula yang sampai menguras otak agar bisa lulus di ujian praktik ini. Hingga pada akhirnya, kerja keras mereka akan diujikan sesuai dengan jadwal seminggu ini.
Share:

Tuesday, 20 February 2018

SMANDU GOES TO CAMPUS



Para siswa kelas XII beserta guru guru SMAN 1 Dukun Gresik berkunjung ke UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG dan UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG pada tanggal 17 Januari 2018.
Share:

Sunday, 18 February 2018

Acara pelepasan mahasiswa PPL





 Acara pelepasan Mahasiswa PPL STIT Maskumambang, Dukun, Gresik Oleh Kepala SMAN 1 Dukun Gresik Bapak  H.Ainur Rofiq

Share:

Saturday, 17 February 2018

Campus Expo


Para siswa kelas xii sedan mengikuti Campus Expo yang diadakan oleh MGBK Kabupaten Gresik
Share:

Friday, 16 February 2018

Semarak Kegiatan Campus Expo





Tujuan utama dari kegiatan Campus Expo secara umum adalah mempertemukan perguruan-perguruan tinggi dengan siswa siswi, perguruan tinggi di campus expo bisa memberikan informasi tentang pendidikan di kampusnya sekaligus sebagai sebagai media untuk menjaring calon mahasiswa dan branding perguruan tingginya.

Bagi Event Organizer tujuan utama Campus Expo tersebut bisa dijadikan teman pendamping untuk mendapatkan profit yang cukup banyak. Event Organizer lebih mudah untuk mendapatkan sponsorship karena acara bertujuan pendidikan.

Pada stand-stand perguruan tinggi yang dipamerkan siswa siswi terutama murid sekolah menengah atas seperti SMA, Sekolah Menengah Kejuaruan (SMK), atau MAN bisa mendapatkan banyak hal tentang kampus, hanya dalam satu lokasi siswa bisa menemukan banyak perguruan tinggi sebagai bahan pertimbangan mana perguruan tinggi yang baik untuk dipilih.

Untuk melaksanakan kegiatan Campus Expo tentunya tidaklah mudah, terutama bila keterbatasan panitia tinggi, lokasi yang tidak mendukung, dan kerjasama dengan pihak lain yang kurang baik.

Kegiatana Campus Expo harus bisa mendatangkan banyak perguruan tinggi baik swasta maupun perguruan tinggi negeri dan kegiatan ini juga harus bisa mendatangkan siswa siswi yang cukup banyak. Bila perguruan tinggi yang mengikuti tentunya tidak akan meriah dan tidak layak untuk ditampilkan pada kegiatan ini karena pengunjung tidak akan menyukai dan bisa menjadikan campus expo menjadi sepi, begitu juga dengan pengunjung siswa siswi yang sedikit tentunya akan menyenangkan bagi perguruan tinggi, hal ini akan menyebabkan perguruan tinggi mundur satu persatu dan acara kegiatan campus expo akan sepi dan yang lebih fatal kegiatan menjadi bubar dan gagal.

Jumlah perguruan tinggi dan jumlah pengunjung harus banyak itu intinya, untuk mendatangkan perguruan tinggi panitia harus bekerja keras untuk banyak mendatangi kampus-kampus, menghubungi lewat email, telpon, fax atau media yang lain. karena dari sekian banyak kampus yang dihubungi belum tentu semuanya akan bisa mau diajak mengikuti campus expo.

Untuk menghubungi perguruan tinggi tentunya harus disiapkan proposal yang menjual dan berbobot, dari mulai penjelasan latar belakang, tujuan, kegiatan apa saja yang akan dilakukan dalam acara tersebut, susunan kepanitiaan yang baik, rencana anggaran yang dipaparkan cukup proporsional dan rasional tidak berlebihan dan mudah untuk direalisasikan.

Panitia akan lebih diuntungkan bila campus expo berada pada kota besar di mana dalam satu kota terdapat ratusan perguruan tinggi, panitia tidak perlu repot-repot banyak ke luar kota untuk menghubungi kampus-kampus.

Panitia harus ekstra keras bila kegitan ini dilakukan di kota kecil seperti kabupaten di mana hanya terdapat 2 atau 3 kampus saja yang mana diajak saja belum tentu mau ikut serta dan panitia harus pergi keluar kota jauh-jauh untuk mengantongi banyak perguruan tinggi. hal ini tentunya akan memakan banyak waktu, tenaga dan anggaran yang cukup besar yang perlu dipertimbangkan dengan baik.

Apabila perguruan tinggi sudah banyak yang bersedia mengikuti perlu ditindak lanjuti sosialisasi ke sekolah setara menengah atas baik SMA, SMK, atau MAN, karena siswa dan siswi yang paling tepat sebagai pengunjung campus Expo adalah anak-anak sekolah setingkat SMA terutama untuk kelas 3 atau sekarang disebut sebagai kelas 12.

Untuk mendatangkan anak sekolah setara sekolah menengah atas mungkin tidak begitu susah asalkan waktu kegiatan campus expo bukan pada waktu anak sekolah ujian atau mendekati ujian, dan kegiatan campus expo bisa dimeriahkan dengan acara-acara seperti lomba-lomba, pentas bakat/talenta, seminar, tryout, dan kegiatan yang menarik.

satu hal yang tidak kalah penting untuk mendatangkan anak sekolah adalah adanya kerjasama panitia dengan dinas terkait yaitu dinas pendidikan dan olahraga dan pejabat terkait atau dibawahnya yang bisa mengkondisikan dan bekerjasama ddengan sekolah-sekolah.
Share:

Saturday, 10 February 2018

TES PERANGKAT DESA SEKECAMATAN DUKUN DI SMAN 1 DUKUN

 

 PESERTA TES


PANITIA
Share:

EKSTRAKURIKULER

Pengembangan potensi peserta didik sebagaimana dimaksud dalam tujuan pendidikan nasional tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang merupakan salah satu kegiatan dalam program kurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler adalah program kurikuler yang alokasi waktunya tidak ditetapkan dalam kurikulum. Jelasnya bahwa kegiatan ekstrakurikuler merupakan perangkat operasional (supplement dan complements) kurikulum, yang perlu disusun dan dituangkan dalam rencana kerja tahunan/kalender pendidikan satuan pendidikan.
Kegiatan ekstrakurikuler menjembatani kebutuhan perkembangan peserta didik yang berbeda; seperti perbedaan sense akan nilai moral dan sikap, kemampuan, dan kreativitas. Melalui partisipasinya dalam kegiatan ekstrakurikuler peserta didik dapat belajar dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dengan orang lain, serta menemukan dan mengembangkan potensinya. Kegiatan ekstrakurikuler juga memberikan manfaat sosial yang besar.
Beberapa istilah yang perlu dijelaskan dalam pedoman ini adalah sebagai berikut :
  1. Ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kurikulum standar sebagai perluasan dari kegiatan kurikulum dan dilakukan di bawah bimbingan sekolah dengan tujuan untuk mengembangkan kepribadian, bakat, minat, dan kemampuan peserta didik yang lebih luas atau di luar minat yang dikembangkan oleh kurikulum. Berdasarkan definisi tersebut, maka kegiatan di sekolah atau pun di luar sekolah yang terkait dengan tugas belajar suatu mata pelajaran bukanlah kegiatan ekstrakurikuler.
  2. Ekstrakurikuler wajib merupakan program ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik, terkecuali bagi peserta didik dengan kondisi tertentu yang tidak memungkinkannya untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tersebut.
  3. Ekstrakurikuler pilihan merupakan program ekstrakurikuler yang dapat diikuti oleh peserta didik sesuai dengan bakat dan minatnya masing-masing.
Visi kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan adalah berkembangnya potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, dan kemandirian peserta didik secara optimal melalui kegiatan-kegiatan di luar kegiatan intrakurikuler.
Sedangkan misi kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan adalah sebagai berikut :
  • Menyediakan sejumlah kegiatan yang dapat dipilih dan diikuti sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat peserta didik.
  • Menyelenggarakan sejumlah kegiatan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat mengekspresikan dan mengaktualisasikan diri secara optimal melalui kegiatan mandiri dan atau berkelompok.
Fungsi kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan memiliki fungsi pengembangan, sosial, rekreatif, dan persiapan karir :
  • Fungsi pengembangan, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mendukung perkembangan personal peserta didik melalui perluasan minat, pengembangan potensi, dan pemberian kesempatan untuk pembentukan karakter dan pelatihan kepemimpinan.
  • Fungsi sosial, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik. Kompetensi sosial dikembangkan dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperluas pengalaman sosial, praktek keterampilan sosial, dan internalisasi nilai moral dan nilai sosial.
  • Fungsi rekreatif, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dilakukan dalam suasana rileks, menggembirakan, dan menyenangkan sehingga menunjang proses perkembangan peserta didik. Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat menjadikan kehidupan atau atmosfer sekolah lebih menantang dan lebih menarik bagi peserta didik.
  • Fungsi persiapan karir, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik melalui pengembangan kapasitas.
Tujuan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan adalah:
  • Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik.
  • Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat mengembangkan bakat dan minat peserta didik dalam upaya pembinaan pribadi menuju pembinaan manusia seutuhnya.
Prinsip kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan dikembangkan dengan prinsip sebagai berikut :
  1. Bersifat individual, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan sesuai dengan potensi, bakat, dan minat peserta didik masing-masing.
  2. Bersifat pilihan, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan sesuai dengan minat dan diikuti oleh peserta didik secara sukarela.
  3. Keterlibatan aktif, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh sesuai dengan minat dan pilihan masing-masing.
  4. Menyenangkan, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan dalam suasana yang menggembirakan bagi peserta didik.
  5. Membangun etos kerja, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan dan dilaksanakan dengan prinsip membangun semangat peserta didik untuk berusaha dan bekerja dengan baik dan giat.
  6. Kemanfaatan sosial, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan dan dilaksanakan dengan tidak melupakan kepentingan masyarakat.
Jenis kegiatan ekstrakurikuler dapat berbentuk :
  1. Krida; meliputi Kepramukaan, Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), Palang Merah Remaja (PMR), Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), dan lainnya;
  2. Karya ilmiah; meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian, dan lainnya;
  3. Latihan/olah bakat/prestasi; meliputi pengembangan bakat olahraga, seni dan budaya, cinta alam, jurnalistik, teater, keagamaan, dan lainnya; atau
  4. Jenis lainnya.
Format kegiatan ekstrakurikuler dapat diselenggarakan dalam berbagai bentuk :
  1. Individual; yakni kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh peserta didik secara perorangan.
  2. Kelompok; yakni kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh kelompok-kelompok peserta didik.
  3. Klasikal; yakni kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh peserta didik dalam satu kelas.
  4. Gabungan; yakni kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh peserta didik antarkelas.
  5. Lapangan; yakni kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar sekolah atau kegiatan lapangan.
Pengembangan Program dan Kegiatan Kegiatan ekstrakurikuler dalam Kurikulum 2013 dikelompokkan berdasarkan kaitan kegiatan tersebut dengan kurikulum, yakni ekstrakurikuler wajib dan ekstrakurikuler pilihan.
Ekstrakurikuler wajib merupakan program ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik, terkecuali peserta didik dengan kondisi tertentu yang tidak memungkinkannya untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tersebut. Dalam Kurikulum 2013, Kepramukaan ditetapkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib dari sekolah dasar (SD/MI) hingga sekolah menengah atas (SMA/SMK), dalam pendidikan dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Pelaksananannya dapat bekerja sama dengan organisasi Kepramukaan setempat/terdekat.
Ekstrakurikuler pilihan merupakan kegiatan yang antara lain OSIS, UKS, dan PMR. Selain itu, kegiatan ini dapat juga dalam bentuk antara lain kelompok atau klub yang kegiatan ekstrakurikulernya dikembangkan atau berkenaan dengan konten suatu mata pelajaran, misalnya klub olahraga seperti klub sepak bola atau klub bola voli.
Berkenaan dengan hal tersebut, satuan pendidikan (kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan) perlu secara aktif mengidentifikasi kebutuhan dan minat peserta didik yang selanjutnya dikembangkan ke dalam kegiatan ekstrakurikuler yang bermanfaat positif bagi peserta didik. Ide pengembangan suatu kegiatan ekstrakurikuler dapat pula berasal dari peserta didik atau sekelompok peserta didik.
Program ekstrakurikuler berikut adalah contoh yang dapat dikembangkan di satuan pendidikan sesuai dengan kondisi dan kemampuan yang dimilikinya:
  1. Klub Tari, Nyanyi, Sandiwara, Melukis, berbagai kesenian daerah
  2. Klub Diskusi Bahasa, Sastra, Drama, Orasi
  3. Klub Voli, Sepak bola, Basket, Dayung, Badminton, Renang, Atletik, Silat, Karate, Yudo, Bela Diri lainnya.
  4. Klub Pencinta Matematika, Komputer, Otomotif, Elektronika.
  5. Klub Pencinta Alam, Pencinta Kupu-kupu, Pencinta, Arung Jeram, Pencinta Astronomi, Kebersihan Lingkungan, Pertanian
  6. Klub Pendaki Gunung, Kelompok Pekerja Sosial, Polisi Lalu Lintas Sekolah
  7. Perkumpulan Pengelola Rumah Ibadah, Kelompok Peduli Rumah Jompo, Kelompok Peduli Rumah Yatim.
Satuan pendidikan selanjutnya menyusun “Panduan Kegiatan Ekstrakurikuler” yang berlaku di satuan pendidikan dan mendiseminasikannya kepada peserta didik pada setiap awal tahun pelajaran.
Panduan kegiatan ekstrakurikuler yang diberlakukan pada satuan pendidikan paling sedikit memuat :
  1. Kebijakan mengenai program ekstrakurikuler;
  2. Rasional dan tujuan kebijakan program ekstrakurikuler
  3. Deskripsi program ekstrakurikuler
  4. Manajemen program ekstrakurikuler
  5. Pendanaan dan mekanisme pendanaan program ekstrakurikuler.
Dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler, peserta didik harus mengikuti program ekstrakurikuler wajib (kecuali bagi yang terkendala), dan dapat mengikuti suatu program ekstrakurikuler pilihan baik yang terkait maupun yang tidak terkait dengan suatu mata pelajaran di satuan pendidikan tempatnya belajar.
Penjadwalan waktu kegiatan ekstrakurikuler sudah harus dirancang pada awal tahun atau semester dan di bawah bimbingan kepala sekolah atau wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan peserta didik. Jadwal waktu kegiatan ekstrakurikuler diatur sedemikian rupa sehingga tidak menghambat pelaksanaan kegiatan kurikuler atau dapat menyebabkan gangguan bagi peserta didik dalam mengikuti kegiatan kurikuler.
Kegiatan ekstrakurikuler dilakukan di luar jam pelajaran kurikuler yang terencana setiap hari. Kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan setiap hari atau waktu tertentu (blok waktu). Kegiatan ekstrakurikuler seperti OSIS, klub olahraga, atau seni mungkin saja dilakukan setiap hari setelah jam pelajaran usai. Sementara itu kegiatan lain seperti Klub Pencinta Alam, Panjat Gunung, dan kegiatan lain yang memerlukan waktu panjang dapat direncanakan sebagai kegiatan dengan waktu tertentu (blok waktu).
Khusus untuk Kepramukaan, kegiatan yang dilakukan di luar sekolah atau terkait dengan berbagai satuan pendidikan lainnya, seperti Jambore Pramuka, ditentukan oleh pengelola/pembina Kepramukaan dan diatur agar tidak bersamaan dengan waktu belajar kurikuler rutin.
Penilaian kegiatan ekstrakurikuler perlu diberikan terhadap kinerja peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler. Kriteria keberhasilan lebih ditentukan oleh proses dan keikutsertaan peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler yang dipilihnya. Penilaian dilakukan secara kualitatif.
Peserta didik diwajibkan untuk mendapatkan nilai memuaskan pada kegiatan ekstrakurikuler wajib pada setiap semester. Nilai yang diperoleh pada kegiatan ekstrakurikuler wajib Kepramukaan berpengaruh terhadap kenaikan kelas peserta didik. Nilai di bawah memuaskan dalam dua semester atau satu tahun memberikan sanksi bahwa peserta didik tersebut harus mengikuti program khusus yang diselenggarakan bagi mereka.
Persyaratan demikian tidak dikenakan bagi peserta didik yang mengikuti program ekstrakurikuler pilihan. Meskipun demikian, penilaian tetap diberikan dan dinyatakan dalam buku rapor. Penilaian didasarkan atas keikutsertaan dan prestasi peserta didik dalam suatu kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti. Hanya nilai memuaskan atau di atasnya yang dicantumkan dalam buku rapor.
Satuan pendidikan dapat dan perlu memberikan penghargaan kepada peserta didik yang memiliki prestasi sangat memuaskan atau cemerlang dalam satu kegiatan ekstrakurikuler wajib atau pilihan. Penghargaan tersebut diberikan untuk pelaksanaan kegiatan dalam satu kurun waktu akademik tertentu; misalnya pada setiap akhir semester, akhir tahun, atau pada waktu peserta didik telah menyelesaikan seluruh program pembelajarannya.

Penghargaan tersebut memiliki arti sebagai suatu sikap menghargai prestasi seseorang. Kebiasaan satuan pendidikan memberikan penghargaan terhadap prestasi baik akan menjadi bagian dari diri peserta didik setelah mereka menyelesaikan pendidikannya.
Share:

Sambutan Kepala Sekolah


Bismillahirohmannirrohim
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Alhamdulillahi robbil alamin kami panjatkan kehadlirat Allah SWT, bahwasannya dengan rahmat dan karunia-Nya lah akhirnya Website sekolah ini dengan alamat www.smandugres.sch.id dapat kami perbaharui. Kami mengucapkan selamat datang di Website kami SMAN 1 Dukun Gresik yang saya tujukan untuk seluruh unsur pimpinan, guru, karyawan dan siswa serta khalayak umum guna dapat mengakses seluruh informasi tentang segala profil, aktifitas/kegiatan serta fasilitas sekolah kami.
Kami selaku pimpinan sekolah mengucapkan terima kasih kepada tim pembuat Website ini yang telah berusaha untuk dapat lebih memperkenalkan segala perihal yang dimiliki oleh sekolah. Dan tentunya Website sekolah kami masih terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu kepada seluruh civitas akademika dan masyarakat umum dapat memberikan saran dan kritik yang membangun demi kemajuan Website ini lebih lanjut.
Saya berharap Website ini dapat dijadikan wahana interaksi yang positif baik antar civitas akademika maupun masyarakat pada umumnya sehingga dapat menjalin silaturahmi yang erat disegala unsur. Mari kita bekerja dan berkarya dengan mengharap ridho sang Kuasa dan keikhlasan yang tulus dijiwa demi anak bangsa.
Terima kasih semoga Allah ‘Azza Wa Jalla menyertai doa kita semua……amin.
Share:

LOGO SMAN 1 DUKUN GRESIK


Share:

STRUKTUR ORGANISASI SMAN 1 DUKUN GRESIK


Share:

Friday, 9 February 2018

Biar Lebih Religius SMAN Dukun Bikin One Week One Juz

Kabargresik.com – Menyadari kecamatan Dukun wilayah religius dengan banyaknya pondok pesantren. SMA Negeri 1 Dukun, Gresik menggagas program tahfidz “one week one juz” yang merupakan program penguatan karakter (PPK) bagi seluruh pelajar. 
Sekolah yang tergolong masih baru itu berkomitmen untuk menerapkan kebijakan menghafal Al-qur’an satu juz selama seminggu. Hal tersebut untuk program penguatan karakter yang digagas oleh Kemendikbud dalam Permendikbud 23 Tahun 2017 dengan menerapkan sekolah lima hari.
“Program itu salah satu bentuk mengamalkan ajaran agama. Apalagi ini merupakan wujud program penguatan karakter yang digagas kemendikbud” kata Ainur Rofiq, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Dukun. Senin (21/08)
“kami memilih untuk program one week, one juz karena tahu sendiri kecamatan dukun masih religius banyak pondok pesantren” sambungnya.
Ainur Rofiq berharap, dengan adanya program penghafal Al-Qur’an, siswanya dapat mengamalkan agama islam dengan baik. “Semoga program ini terus berjalan sehingga siswa bisa mengamalkan agama islam dengan baik” jelas dia. (Akmal/k1)
Share:

Thursday, 8 February 2018

Simulasi 2 Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018

Dalam rangka persiapan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer untuk seluruh siswa kelas XII tahun pelajaran 2017/2018, maka berdasarkan jadwal yang dikeluarkan oleh Puspendik Kemdikbud dilaksanakan simulasi 2 UNBK 2018 untuk SMA pada :
  1. Hari Rabu, 7 Feb 2018 dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika (digabung menjadi 1 paket)
  2. Hari Kamis, 8 Feb 2018 dengan mata pelajaran Bahasa Inggris dan Mata Ujian Pilihan (digabung menjadi 1 paket)
Dalam simulasi 2 UNBk 2018 ini diikuti oleh seluruh siswa kelas XII.
Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah :
  1. Mengecek kondisi infrastruktur di sekolah
  2. Latihan proktor dan teknisi mengikuti prosedur UNBK
  3. Latihan melaksanakan ujian UNBK.
  4. Mengecek system dan Prosedur
  5. Latihan siswa dalam pelaksanaan ujian berbasis komputer
Secara umum pelaksanaan simulasi 2 UNBK 2018 berjalan dengan lancar ditinjau dari segi infrastruktur di sekolah, panitia pelaksana dan peserta didik yang melaksanakan. Mudah-mudahan tetap lancar di simulasi berikutnya hingga pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer  nanti.
Share:

Tuesday, 6 February 2018

SIMULASI UNBK 2



SIMULASI 2 UNBK DI RUANG LAB. KOMPUTER SMAN 1 DUKUN GRESIK
Share:

Monday, 5 February 2018

VISI MISI

VISI MISI
SMA NEGERI 1 DUKUN GRESIK
Ø      Visi Sekolah:
Menjadi Sekolah efektif berbasis IPTEK dan Karakter dengan nuansa agamis yang berwawasan lingkungan.
Ø      Misi Sekolah :
1.  Mewujudkan standar isi baik pemahaman maupun dokumen kurikulum yang adaptif dan inovatif
2.  Mewujudkan standar proses pembelajaran yang efektif
3.  Mewujudkan standar pendidikan dan kependidikan yang berkualitas
4.  Mewujudkan standar sarana dan prasarana yang memadai
5.  Mewujudkan standar pembiayaan yang cukup
6.  Mewujudkan standar penilaian yang autentik
7.  Mewujudkan sistem pengelolaan yang transparan dan akuntabel
8.  Mewujudkan warga sekolah yang berakhlakul karimah
9.  Mewujudkan warga sekolah yang menguasai ICT
10.Mewujudkan warga sekolah yang peduli pada lingkungan
Share:

Thursday, 1 February 2018

Pengertian, Fungsi, dan Tujuan Organisasi OSIS

Dengan mengetahui pengertian, fungsi dan tujuan Organisasi OSIS yang jelas, maka akan membantu para pembina, pengurus, dan perwakilan kelas untuk mendayagunakan OSIS ini sesuai dengan fungsi dan tujuannya.

 

I. PENGERTIAN DAN PERANAN

Dalam upaya mengenal, memahami dan mengelola Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), diperlukan kejelasan mengenai pengertian dan peranan tentang Organisasi Siswa Intra Sekolah itu sendiri. Dengan pengertian dan peranan yang jelas, akan membantu para pengurus OSIS, pembina, dan perwakilan kelas untuk mendayagunakan OSIS, sesuai dengan fungsinya.
Secara sistematis OSIS mempunyai pengertian: Kelompok kerja sama antara pribadi, yang pesertanya adalah siswa pada satuan pendidikan sesuai jenjangnya, yang terletak di dalam dan di antara lingkungan sekolah, yang tugasnya berkesinambungan guna mencapai tujuan bersama. Sedangkan secara organisasi pengertian OSIS itu sendiri merupakan salah satu jalur pembinaan kesiswaan, dan merupakan salah satu sistem yang berfungsi sebagai tempat kehidupan berkelompok siswa bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Guna menunjang peranan pengurus OSIS maka perlu ditumbuhkan sifat-sifat kepemimpinan. Oleh karena itu perlu disampaikan pula dalam sebuah pelatihan dasar atau upgrading bagi pengurus OSIS tentang materi kepemimpinan, macam-macam dan tipe seorang pemimpin. Akhir dari kegiatan ini, ditekankan sekali lagi dalam evaluasi bahwa sebagai suatu organisasi OSIS, tetap perlu memperhatikan faktor-faktor yang sangat berperan agar OSIS dapat senantiasa hidup dalam arti memiliki kemampuan beradaptasi agar tetap eksis. Faktor-faktor tersebut antara lain: sumber daya, efisiensi, koordinasi kegiatan dengan lingkungan luar, dan terpenuhinya fungsi dan peran seluruh komponen (pengurus OSIS, perwakilan kelas, pembina OSIS, pihak sekolah dan masyarakat luas, termasuk para orangtua siswa).
Apa sih OSIS itu?
OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) merupakan satu-satunya organisasi kesiswaan yang berada di lingkungan sekolah. Tujuan didirikannya OSIS adalah untuk melatih siswa dalam berorganisasi dengan baik dan menjalankan kegiatan sekolah yang berhubungan dengan siswa.
Sebagai satu-satunya wadah organisasi siswa di sekolah untuk mencapai tujuan pembinaan dan pengembangan kesiswaan yang selaras dengan visi misi sekolah maka organisasi ini bersifat intra sekolah, artinya tidak ada hubungan organisatoris dengan OSIS di sekolah lain, dan tidak menjadi bagian dari organisasi lain yang ada di luar sekolah. Karena OSIS sendiri merupakan wadah organisasi siswa di sekolah. Oleh karena itu setiap siswa secara otomatis menjadi anggota OSIS. Keanggotaan itu secara otomatis berakhir dengan keluarnya siswa dari sekolah yang bersangkutan.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh OSIS dapat dibagi atas 2 macam kegiatan, yaitu kegiatan rutin dan kegiatan insidentil. Contoh kegiatan rutin adalah melaksanakan peringatan Hari Besar Agama Islam, peringatan Hari Besar Nasional, Latihan Kepemimpinan, Peringatan Hari Jadi Sekolah, Masa Orientasi Siswa baru, latihan pidato, senam bersama, penerbitan mading dan lain-lain. Dalam pengertian bahwa kegiatan tersebut sudah dijadwalkan terlebih dahulu dan bersifat rutin diadakan, entah tiap tahun, tiap bulan atau tiap minggu.
Sedangkan kegiatan insidentil adalah berupa kegiatan yang sifatnya tidak rutin hanya sesekali diadakan sesuai dengan aspirasi yang berkembang atau disebabkan adanya instruksi dari pihak sekolah. Contoh kegiatan insidentil adalah pelaksanaan seminar anti narkoba, pelatihan pengolahan limbah sampah organik, mengikuti lomba yang diadakan di luar sekolah, mengirimkan utusan dalam sebuah kegiatan seni atau agama dan lain-lain.
Susunan pengurus OSIS terdiri setidaknya atas Pengurus Inti dan Seksi-seksi. Pengurus inti terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Adapun seksi-seksi dibentuk sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di sekolah masing-masing. Penamaan seksi atau bidangnya pun macam-macam. Ada seksi keagamaan (ada juga yang menyebutnya seksi Kerohanian Islam, seksi Pembinaan Ketaqwaan terhadap Tuhan YME dll), seksi kepemimpinan (beberapa OSIS menyebutnya seksi Bela Negara, atau seksi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, atau seksi Pembinaan Organisasi dan Pendidikan Politik),  seksi Humas (hubungan kemasyarakatan, seksi Olahraga (ada yang menyebutnya seksi Kesehatan Jasmani), seksi Seni dan Bahasa (di beberapa OSIS menyebutnya seksi Apresiasi dan Kreasi Seni serta Berbahasa), seksi Keterampilan dan Kewiraswastaan, Seksi Pembinaan Kepribadian dan Budi Pekerti Luhur dan mungkin masih ada sejumlah seksi lainnya.
Kepengurusan OSIS selalu diganti setiap tahun melalui sebuah mekanisme sistem yang sudah diatur sedemikian rupa. Ada yang menyelenggarakan sebagaimana layaknya Pemilu, dengan menyediakan bilik suara, kotak suara, lembar pemilih, kampanya monologis dan dialogis, pemaparan visi misi dan program kerja, sampai ke model pemilihan yang sederhana yakni dengan mengenalkan para calon Ketua OSIS ke masing-masing kelas, diberi kesempatan berorasi 3-5 menit, kemudian para siswa yang ada di kelas disuruh memilih dengan cara menulis di kertas yang sudah disediakan panitia. Ada juga sistem rekrutmen pengurus OSIS yang berdasarkan intervensi (campur tangan) pihak sekolah. Maksudnya ialah Kepala Sekolah, Pembina OSIS atau Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sudah menentukan siapa-siapa saja yang berhak dan boleh menjadi Ketua dan pengurus OSIS tanpa harus melalui sistem pemilihan langsung. Yang pasti masing-masing memiliki sisi positif dan negatifnya.
Siapa saja yang boleh jadi Pengurus OSIS?
Pada prinsipnya siapapun boleh dan bisa jadi Ketua dan pengurus OSIS. Hanya saja mengingat tugas dan tanggung jawab pengurus OSIS itu berat dan cukup menyita perhatian akhirnya diadakan semacam seleksi untuk menentukan siapa saja yang boleh dan berhak jadi pengurus OSIS. Seleksi semacam ini memang penting karena citra baik sebuah sekolah salahsatunya tergantung pada imej yang dibangun oleh para pengurus OSIS nya melalui kegiatan-kegiatan yang mereka rancang dan lakukan.
Di MAN Kotabaru misalnya yang boleh jadi pengurus OSIS adalah mereka-mereka yang berstatus anak kelas XI dengan catatan mereka sudah pernah mengikuti kegiatan kepanitiaan yang diadakan oleh pengurus OSIS minimal sebanyak 3 kali. Diusahakan pula komposisi (jumlah dan susunan) pengurus OSIS harus seimbang dari segi keterwakilan kelas atau jurusan juga dari segi jenis kelamin. Artinya jangan sampai lebih banyak laki-laki dibanding perempuannya atau sebaliknya, serta jangan pula didominasi oleh kelas tertentu saja. Anak kelas XII sengaja tidak dilibatkan lagi dalam kepengurusan OSIS dengan pertimbangan mereka sebaiknya lebih berkonsentrasi pada persiapan menghadapi Ujian Nasional.
Masa kepengurusan OSIS idealnya dimulai dari sekitar bulan September sampai ke bulan Agustus tahun berikutnya. Pertimbangannya adalah tahun ajaran baru biasanya dimulai pada pertengahan Juli, sedang Agustus biasanya banyak disibukkan dengan kegiatan peringatan hari kemerdekaan RI dan pengenalan sekolah lebih lanjut (bagi siswa baru). Sehingga pada bulan September prosesi pemilihan Ketua dan Pengurus OSIS lebih mungkin dilaksanakan karena siswa baru pun selain sudah lebih mengenal satu sama lain, mereka juga akan lebih mengenal siapa saja kakak kelas mereka yang bakal menjadi calon ketua atau pengurus OSIS.

Fungsi
Salah satu ciri pokok suatu organisasi ialah memiliki berbagai macam fungsi. Demikian pula OSIS sebagai suatu organisasi memiliki beberapa fungsi dalam mencapai tujuan.
Sebagai jalur dari pembinaan kesiswaan, fungsi OSIS adalah :
 1.     Sebagai Wadah
Organisasi Siswa Intra Sekolah merupakan satu-satunya organisasi siswa yang resmi di sekolah dan sebagai wadah kegiatan para siswa di sekolah dengan jalur pembinaan yang lain untuk mendukung tercapainya tujuan pembinaan kesiswaan.
2.     Sebagai Motivator
Motivator adalah pendorong lahirnya keinginan dan semangat para siswa untuk berbuat dan melakukan kegiatan bersama dalam mencapai tujuan.
OSIS  sebagai motivator berperan untuk menggali minat dan bakat siswa  serta mengembangkannnya melalui kegiatan-kegiatan OSIS dan ekstrakurikuler.
3.     Sebagai Preventif
Apabila fungsi yang bersifat intelek dalam arti secara internal OSIS dapat menggerakkan sumber daya yang ada dan secara eksternal OSIS mampu mengadaptasi dengan lingkungan, seperti menyelelsaikan persoalan perilaku menyimpang siswa dan sebagainya. Dengan demikian secara preventif OSIS ikut mengamankan sekolah dari segala ancaman yang datang dari  dalam maupun dari luar. Fungsi preventif OSIS akan terwujud apabila fungsi OSIS sebagai pendorong lebih dahulu harus dapat diwujudkan.
C.     Tujuan
Setiap organisasi selalu memiliki tujuan yang ingin dicapai, begitu pula dengan OSIS ada beberapa tujuan yang ingin dicapai, antara lain :
1. Memahami,  menghargai lingkungan hidup dan nilai-nilai  dalam mengambil keputusan yang tepat.
2. Membangun landasan kepribadian yang kuat dan menghargai HAM dalam kontek kemajuan budaya bangsa.
3. Membangun, mengembangkan wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air dalam era globalisasi.
4. Memperdalam sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan kerjasama secara mandiri, berpikir logis dan demokratis.
5. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta menghargai karya artistik, budaya, dan intelektual.
6. Meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani memantapkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.


Struktur Organisasi

Pada dasarnya setiap OSIS/MPK di satu sekolah memiliki struktur organisasi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Namun, biasanya struktur keorganisasian dalam OSIS/MPK terdiri atas:

 * Pembimbing - (Biasanya adalah seorang guru ataupun kepala sekolah)
 * Ketua
 * Wakil Ketua
 * Bendahara
 * Sekretaris
 * Sekretaris Bidang (sekbid) yang mengurusi setiap kegiatan yang dilakukan siswa di sekolah
Dan biasanya dalam struktur kepengurusan OSIS memiliki beberapa pengurus yang bertugas khusus mengkoordinasikan masing-masing kegiatan ekstrakulikuler yang ada di sekolah.
Share: